Pasar Malam
Tiba-tiba Mama menghampiri mereka berdua,
“Siapa yang menang?”
“Aku lah, Ma.”
“Aku tadi juga menang yo, Mad,” sahut Vani.
“Tapi aku lebih banyak.”
“Masa sih, coba sini Mama ikut main.”
“Dah bosen, Ma. Daritadi Mama ngomong terus sama orang.”
“Orang ya ngomong sama orang lah. Kalo ngomong sama boneka nanti dikira gendheng.”
“Halah, tadi sapa to, Ma?” Vani bertanya sambil pasang muka penasaran.
“Temen Mama.”
“Kok kesini, ngapain?”
“Biasa anak muda.”
“Apa Mama masi muda to?” Tanya Somad.
“Yo masi lah. Masi cantik to Mama, hehehe.”
“Di iyain ae lah, Mad. Hahaha.”
Mereka ngobrol ngalor- ngidul lama sekali sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat sore.
“Dah jam setengah 4 nih, mandi Van.”
“Yuk, mandi bareng, Mad.”
“Malu yo, masa laki- laki sama perempuan dah besar mandi bareng.”
“Apa koe dah besar, Mad. Masi TK ae ndak papa.” Sanggah Vani.
“Emoh ah. Aku ta pulang sek. Mandi dirumah ae.”
“Nanti ya, Mad.”
“Ya.”
Saat Karonsih diselimuti lembayung senja, banyak masjid saling memamerkan suara Adzan Maghrib nya lewat pengeras suara yang bergema sepanjang wilayah Karonsih. Waktu tersebut sekaligus menjadi alarm pulang ke rumah bagi anak- anak di Karonsih. Saat itu biasanya Somad sedang menonton TV bersama Tante dan Ibunya. Namun hari ini tidak begitu. Somad sedang bersiap- siap untuk pergi ke pasar malam. Dia sedang sibuk memilih- milih baju. Padahal dia hanya memiliki sedikit kaos dan kemeja yang bisa dihitung jari. Entah karena alasan apa dia sibuk memilih- milih baju untuk dipakai nanti pergi ke pasar malam.
“Ngapain baju dikeluarin semua dari lemari iki, Mad?” Tanya Ibu yang tiba- tiba masuk kamar.
“Lagi milih- milih baju buat nanti ke pasar malem, Bu.”
“Buat apa pake baju ke pasar malem?”
“Lah, masa ndak pake baju?”
“Maksude pake baju bagus. Pake baju biasa ae. Itu yang dipake juga ndak papa.”
“Elek, Bu, nanti kan banyak orang. Vani sama Mamahe juga dateng lho. Masa bajune elek kaya gini.”
“Emang mau ngapain to, Mad. Koe ki kaya lagi mau pacaran ae. Oh iya kan nanti mau pacaran to koe sama Vani, hahahaha,” Tante datang mengomentari apa yang sedang terjadi di kamar Somad saat itu.
“Hahaha, iya Mad. Koe kaya mau pacaran ae.”
“Ndak lah, biasane Tante sama Mama juga ganti baju nek pergi keluar,” sanggah Somad.
“Kan perempuan, biasa dandan sama ganti- ganti baju. Nek laki- laki ndak gitu lah,” Tante nyolot.
“Alah podo ae. Kok malah diberesi to, Bu. Aku belum selese milih bajune,” Somad protes dengan Ibu yang sedang melipat ulang baju yang diobrak- abrik Somad.
“Dah ini ae, bagus tu, Vani suka.” Kata Ibu sambil senyum- senyum menggoda Somad.
“Ah, yowes.”
“Cieee Somad mau pacaran,” goda Tante.
“Berisik!!” Somad berteriak sambil keluar kamar.
—————————-



0 Comments