Pasar Malam
Hari Sabtu yang cerah. Pagi itu seperti biasa Somad pergi ke sekolahnya dengan berjalan kaki bersama teman-temannya. Saat melewati lapangan, mereka terkejut terdapat beberapa tenda yang sedang dibuat dari terpal.
“Wah apa tuh?”
“Katane Ibu nanti malem mau ada pasar malem di sini,” jawab Dani.
“Pasar malem ki apa sih?”
“Pasar yang bukanya pas malem tok, Mad.”
“Isine ya sayur-sayuran gitu?”
“Katane Ibu isine beda sama Pasar Ngaliyan. Ndak jual sayuran. Cuma jual jajanan sama banyak mainane. Nanti malem aku sama Ibu sama Bapak mau kesini liat-liat,” jawab Dani lagi.
“Aku juga mau kesini nanti malem sama masku,” Egar tiba-tiba ikut menimpali.
“Aku yo mau kesini nanti,” kata Mamol.
Somad hanya diam sambil memikirkan apa dia bisa ke pasar malam itu bersama Ibunya. Hari ini ibunya ada kuliah dan tidak tahu pukul berapa ia pulang. Kalau ingin kesana pastilah harus bersama Tante. Tapi apa tantenya mau? Mungkin dia akan mau datang kesana setelah Somad menceritakan apa itu pasar malam dan suasana tadi di lapangan. Pikirnya sang Tante belum tahu apa itu pasar malam.
Sekolah berjalan seperti biasa. Diawali dengan mars TK Golek Kepinteran untuk mengawali jam belajar dan diakhiri dengan lagu Gelang Sipaku Gelang. Sepulang sekolah, Somad langsung bercerita pada Tantenya kalau nanti malam akan ada pasar malam di Lapangan Karonsih.
“Oh, kaya apa bentuknya?”
“Banyak orang lagi mbangun tenda yang ndak ada pintune itu. Katane Dani pasar malem beda sama Pasar Ngaliyan isine. Banyak jajanan sama mainan disana,” Somad menjelaskan dengan semangat apa yang dia dapat dari Dani tadi.
“Ya, nanti malem kesana sama Ibumu. Dia pulang siang hari ini.”
Betapa bahagianya Somad mendengar hal itu. Dia langsung berangan-angan tentang apa yang akan ia lihat dan dapatkan saat berada di sana nanti.
————————



0 Comments