Vendor

May 12, 2021

Suatu hari Somad disuruh mencari vendor untuk untuk merenovasi kantor cabang di kota sebelah. Karena kantor cabang di kota sebelah atapnya sudah coklat dan keliatan mau ambruk. Lantainya sudah banyak yang retak dan bangunannya kelihatan miring kalau dilihat dari dalam. Somad langsung mencari beberapa vendor untuk dihubungi. Vendor pertama merupakan perusahaan yang sudah lama berdiri. Mereka sudah berpengalaman melakukan renovasi kantor, rumah, sampai kuburan pun mereka pernah renovasi. Saat Somad hubungi pun, hari itu juga ia dapat respon, dan langsung menyanggupi untuk meeting membahas penawaran dari vendor. Saat meeting bersama vendor, Somad ditemani oleh beberapa rekan kerjanya dan yang pasti atasannya. Meeting berjalan lancar, penawaran dari vendor tersampaikan dengan baik.

Vendor kedua yang Somad hubungi, merupakan start up yang berisikan beberapa anak muda. Dari portofolio mereka di websitenya, mereka sudah banyak merenovasi bangunan menjadi bagus. Kata CEO nya sendiri, mereka menjual desain yang berbeda dari vendor kebanyakan. Setelah menghubungi vendor tersebut, Somad langsung minta jadwal untuk meeting bersama. Setelah diskusi, jadwal untuk meeting diputuskan untuk diadakan esok hari. Saat jadwal meeting tiba, ternyata Bos Somad sedang sakit, jadi Somad minta untuk reschedule jadwal meetingnya, diganti besok di jam yang sama. Besoknya saat meeting, pertama-tama kedua belah pihak saling berkenalan, perkenalan tersebut berjalan dengan lancar. Namun saat sang vendor dipersilahkan untuk presentasi, sangat terlihat sekali kalau mereka kurang persiapan: mereka tidak memberikan suatu penawaran dalam bentuk apapun, jadi Somad dan rekan- rekannya dibuat mengawang- awang. “Hadeh, gini amat ya jualannya,” kata rekan kerja Somad. Setelah meeting selesai, tim Somad hanya berdiam saja, tidak ada diskusi lanjutan, mereka langsung menuju meja masing- masing dan mengerjakan pekerjaan masing- masing. Satu yang sudah pasti, mereka mereka me-reject offer dari vendor kedua.

Satu minggu berlalu sejak Somad dan rekan- rekan kerjanya meeting dengan vendor kedua. Jadwal untuk meeting dengan vendor yang ketiga sudah ditetapkan. Sebelumnya Somad sudah memberitahu atasannya kalau nanti dia akan mencarikan 3 alternatif vendor untuk membuat website perusahaan. Vendor pertama dan kedua sudah dipilih dan sudah diajak meeting untuk membahas penawaran dari sisi Vendor. Hari sedangkan untuk vendor yang ketiga jadwalnya yaitu di hari Jumat besok. Undangan ke vendor dan ke rekan- rekan kerja Somad sudah disebar. Saat hari Jumatnya, mereka akhirnya bertemu secara virtual untuk membahas tentang penawaran dari pihak vendor. Meeting berjalan sebagaimana mestinya. Setelah meeting selesai rekan- rekan kerja Somad melakukan diskusi kecil- kecilan tentang vendor- vendor yang sudah presentasi. Mereka mengerucutkan pilihan vendor menjadi 2 pilihan, yang pertama dan yang ketiga. Keduanya memiliki kelebihannya masing- masing. Namun karena itu hari Jumat, Somad izin untuk pergi Jumatan dahulu dan meninggalkan rekan- rekan kerjanya yang semuanya tidak solat Jumat.

Jadinya gimana coba?

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Ampuh Usir Semut di Kamar

Cara Ampuh Usir Semut di Kamar

Semut emang kecil, kita injek juga bakal mati. Tapi biasanya mereka tuh munculnya barengan banget, kaya demo. Karena kecil- kecil terus banyak juga ngeliatnya...