Karena Rasa Adalah Segalanya

August 11, 2020

Saat pandemi seperti ini, banyak orang yang memesan makanan online melalui berbagai platform. Memang akhir- akhir ini restoran – restoran sudah mulai buka dan menerima pengunjung di toko, tetapi masih dengan batasan-batasan yang ditentukan oleh pemerintah. Jika banyak orang yang memesan online daripada yang datang langsung ke restoran, maka desain interior menjadi prioritas ke-2 bagi bisnis-bisnis di masa pandemi. Mereka sekarang kebanyakan lebih mengutamakan rasa. Walaupun masih ada sedikit bisnis yang fokus pada desain interior dan memamerkannya di Instagram, tetapi esensi dari desain interior yang unik adalah untuk menarik pengunjung untuk berfoto ria di restoran itu. Percuma juga sudah susah-susah mendesain interior cafe atau restoran, tapi ternyata tidak ada yang datang ke restoran karena ada batasan dari pemerintah.

Cara ampuh meraih atensi di dalam bisnis kuliner menurut saya ada 3: rasa yang enak, makanan yang unik, dan tempat yang ciamik. Dan sekarang karena kita sedang berada dalam masa pandemi, tempat yang ciamik kurang bisa jadi jurus ampuh untuk raih atensi di bisnis perkulineran. Jadi di masa sekarang hanya ada 2 opsi untuk meraih atensi: rasa yang enak dan makanan yang unik.

Restoran-restoran yang sudah lama berdiri biasanya memiliki menu makanan yang diwariskan turun- temurun sejak pertama kali berdiri. Menu itu masih disajikan karena satu alasan: konsumen suka. Biasanya menu makanan yang bertahan lama itu menjadi salah satu ciri khas restoran- restoran tadi. Contohnya bakmi gang kelinci dengan menu bakminya yang nyaris masih sama seperti pertama kali berdiri. Walaupun sudah berganti zaman, mereka tetap digemari. Mereka bisa terkenal karena memang rasa masakan mereka enak, bukan karena viral menyewa influencer atau terkena kasus. Karena ada juga restoran yang bisa beru berdiri 1 hari langsung terkenal. Semua itu karena peran influencer. Namun kepopuleran mereka biasanya tidak bertahan lama. Hanya sampai waktu campaign para influencer yang mereka sewa berakhir saja.

Karena pengaruh social media, sekarang promosi bisnis jadi semakin gampang. Tinggal buka Instagram, foto yang bagus, upload, beres. Tidak perlu modal banyak, cukup hanya modal kuota saja, atau kalau mau lebih hemat lagi bisa numpang wifi teman. Biasanya fokus promosi kuliner di social media ada di gambarnya, semakin menarik, semakin banyak atensi yang masuk ke dalam kampanye yang dilakukan. Karena berfokus pada gambar inilah, biasanya masakan- masakan yang unik viralnya dari social media. Namun jika bentuk luarnya saja yang unik, dan rasanya biasa saja, bisnis itu tentu saja tidak akan populer terlalu lama, karena sudah pasti ditiru oleh orang lain. Contohnya saja yang baru-baru ini viral: garlic bread. Penemunya entah siapa, namun setelah populer, banyak orang yang mencoba menjual makanan tersebut. Biasanya yang naiknya cepat seperti ini, jatuhnya juga bakal cepat (hanya bertahan sementara saja) seperti batu akik atau gelombang cinta.

Ada orang bijak mengatakan: “Semua ada masanya”, namun di dalam dunia kuliner, hal tersebut rupanya tidak berlaku. Masih banyak restoran dan masakan warisan zaman kakek buyut kita yang bertahan sampai saat ini. Standar lezat dari zaman dulu sampai sekarang rupanya masih sama. Kalau buyut kita bilang lezat, sampai cucu kita pun pasti bilang lezat juga. Kelezatan masakanlah yang membuat bisnis kuliner awet. Ternyata tagline dari salah satu produk kondom memang benar: “Karena rasa adalah segalanya”.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Ampuh Usir Semut di Kamar

Cara Ampuh Usir Semut di Kamar

Semut emang kecil, kita injek juga bakal mati. Tapi biasanya mereka tuh munculnya barengan banget, kaya demo. Karena kecil- kecil terus banyak juga ngeliatnya...