Balada Kerah Putih

May 6, 2021

Perubahan, apalagi yang mendadak dan merubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan memang sulit. Seperti yang dialami Somad baru- baru ini. Jadi ini dimulai dari bulan Januari 2020, dimana keputusan besar yang dia ambil untuk bertahan di sebuah kantor perusahaan asing. Somad tidak menyesalinya, karena toh dia naik gaji juga. Siapapun pasti mau dong naik gaji. Waktu itu Somad sebenarnya agak ragu, karena ada tawaran dari perusahaan lain. Walaupun tawaran gaji dari perusahaan itu lebih rendah, tapi ia tahu kalau nanti bekerja di perusahaan tersebut, dia akan lebih santai. Pekerjaan yang sekarang sebenarnya juga sudah santai. Dia bisa libur penuh dari pekerjaan di hari sabtu dan minggu. Maka dari itu ia menolak tawaran untuk bekerja di perusahaan lain.

Maret 2020 ada pengumuman dari kantor Somad kalau karyawan diharuskan bekerja dari rumah. Saat mendengar kabar itu, Somad sangat senang. Apalagi sebentar lagi game online favoritnya rilis, jadi dia bisa memainkan game tersebut di setiap hari tanpa takut dilihat atasan saat bekerja. Sebulan pertama, Somad sangat santai dengan jadwal Work From Home (WFH) nya. Namun saat bulan kedua semua berubah. Load pekerjaan Somad menjadi semakin banyak. Atasan selalu chat dan telepon minta laporan, walau sudah lewat jam kerja. Sampai- sampai pernah Somad meeting online sampai jam 12 malam, dan setelah itu harus mengerjakan pekerjaan sampai pagi. Jam kerja Somad benar-benar hampir 20 jam per hari. Ia terlalu larut dengan pekerjaannya sampai- sampai lupa dengan jam makan, jam biasanya yang ia tidak pernah lewatkan sekalipun saat bekerja. Rencana bermain game favoritnya tiap hari pun tidak kesampaian.

Setelah sebulan menjalani hari- hari yang sangat sibuk itu, Somad berpikir, “apakah aku harus berhenti dari pekerjaan ini dan mencari pekerjaan lain yang lebih santai?” Sebenarnya ia bisa saja tidak perlu bekerja karena secara finansial ia sangat berkecukupan. Ia beruntung karena dilahirkan di dalam keluarga yang sangat berkecukupan. Ia bekerja hanya karena ingin mengisi waktu, menambah ilmu, dan memperluas relasi. Tapi kalau ia berhenti dari pekerjaan yang sekarang, siapa yang akan menggantikan pekerjaannya? Ia merasa tidak enak kepada rekan- rekan kerja yang ia tinggalkan, karena ia tahu, pekerjaannya yang sekarang sulit untuk dilakukan oleh rekan- rekan kerjanya, karena ia sudah bekerja keras memposisikan dirinya sebagai orang yang tak tergantikan disana. Setelah berpikir keras selama semalaman, Somad akhirnya memutuskan untuk resign dari perusahaan tempatnya sekarang bekerja. Ia akan membuat petunjuk pekerjaannya dalam bentuk softcopy, lengkap dengan step- step dan orang- orang yang terkait dengan pekerjaannya. Toh masih ada waktu sebulan sebelum pamit, karena ada peraturan perusahaan yang mengatakan minimal 1 month notice untuk mengajukan resignation. Setelah ia email atasan dan HR perusahaan, ia merasa lega. Saat itu juga ia langsung membuat “petunjuk” kerjaannya saat ini. “Mantab!!”, Kata Somad dalam hati.

Sebulan telah berlalu sejak Somad mengirim email resignation kepada atasan dan HRDnya. Waktu yang ditunggu- tunggu akhirnya telah tiba, ia bersiap pamit dari perusahaan. Petunjuk pekerjaannya sudah jadi, semuanya bilang bagus, overkill. Karena perusahaannya masih menerapkan kebijakan WFH, tidak ada farewell party. Ia hanya pamit lewat grup WhatsApp kantor. Sorenya ia mengajak rekan- rekan kerjanya untuk meeting online, hanya sekedar kumpul- kumpul online saja. Setelah hari itu, ia sangat lega. Ia sangat tidak sabar untuk esok harinya. Hari dimana ia menjadi pengangguran santuy.

Bekerja dari rumah, katanya enak…

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Ampuh Usir Semut di Kamar

Cara Ampuh Usir Semut di Kamar

Semut emang kecil, kita injek juga bakal mati. Tapi biasanya mereka tuh munculnya barengan banget, kaya demo. Karena kecil- kecil terus banyak juga ngeliatnya...